Zona Musik - Diperingati setiap tanggal 30 Maret, Hari Film Nasional selalu menjadi hari yang ditunggu-tunggu oleh setiap orang yang bergerak di industri film tanah air. Mengapa diperingati pada tanggal 30 Maret? Karena konon katanya, tanggal tersebut berkaitan dengan sebuah peristiwa bersejarah dalam dunia film Indonesia yakni pengambilan gambar pertama kali oleh sutradara Usmar Ismail dalam film “Darah dan Doa”. Di mana film tersebut merupakan film Indonesia pertama bercirikan Indonesia dengan segala lini diprakarsai oleh orang Indonesia sendiri.
Kemuculan film di Indonesia sebenarnya sudah ada sejak tahun 1900. Hal ini ditandai dengan berdirinya bioskop pertama dengan nama “Gambar Idoep” (gambar hidup) di Kota Batavia (Jakarta) yang menayangkan berbagai film tanpa audio yang menyertainya. Pada masa itu, pemutaran film dianggap kurang sukses karena tarif karcisnya dianggap terlalu mahal.
Tak lama setelahnya, harga karcis film pun dikurangi hingga 75% dengan tujuan ingin meningkatkan minat menonton rakyat Indonesia. Di awal perkembangnya, film ditayangkan dalam warna hitam putih, bisu (tanpa audio), dan sangat cepat. Hingga semakin lama semakin berkembang dan menyesuaikan sistem pengelihatan mata kita, berwarna, dan menggunakan berbagai efek untuk membuatnya agar terlihat lebih nyata. (Red)
