Jakarta, Zona Musik - Sebuah video lawas yang kembali viral di media sosial mengangkat lagi nama Sania ke permukaan publik. Dalam video yang ramai dibicarakan di TikTok, terlihat momen langka saat Sania muda berada di atas panggung konser Whitney Houston di Brunei pada tahun 1996.
Momen tersebut ternyata menyimpan cerita emosional yang tak terlupakan. Saat itu, Sania yang masih berusia 21 tahun datang ke Brunei sebagai penonton karena ia merupakan penggemar berat Whitney Houston.
Dalam konser tersebut, beberapa penonton dipilih untuk naik ke atas panggung, dan Sania menjadi salah satu yang beruntung. Namun, alih-alih bernyanyi bersama sang diva dunia, Sania justru diliputi rasa haru yang luar biasa. Dalam kondisi starstruck, ia mengaku hanya bisa terdiam dan menangis bahagia.
“Waktu itu aku benar-benar shock. Seharusnya nyanyi bareng, tapi aku malah nggak bisa apa-apa. Cuma nangis karena bahagia banget bisa peluk Whitney,” ungkap Sania mengenang momen tersebut kepada wartawan di Jakarta, Jumat (1/5).
Momen langka itu kini menjadi salah satu kenangan paling berharga dalam perjalanan hidupnya, sekaligus memperlihatkan sisi lain dari seorang Sania yang begitu tulus sebagai penggemar.
Pemilik nama lengkap Siti Tuti Susilawati Sutisna ini lahir di Bandung, 29 Desember, dan dikenal sebagai salah satu pelopor musik R&B di Indonesia. Ia bahkan dijuluki sebagai Queen of RnB Indonesia, berkat kontribusinya dalam mempopulerkan genre tersebut sejak akhir 1990-an.
Perjalanan karier Sania dimulai dari pencarian jati diri musikal. Ia sempat merilis karya dengan nuansa pop-rock sebelum akhirnya menemukan identitasnya di musik R&B. Keputusan penting lainnya adalah saat ia melanjutkan pendidikan ke London, tepatnya di David Game College, yang turut membuka wawasan global serta memperluas jejaring internasionalnya.
“Perjalanan hidup itu yang membentuk aku. Dari musik, pergaulan, sampai pengalaman di luar negeri, semuanya jadi bagian dari proses,” tutur Sania.
Nama Sania mulai melambung lewat album debut Santai (1998) yang sukses besar di pasaran. Kesuksesan tersebut berlanjut melalui sejumlah karya lainnya seperti Bablas (2002), Terbaik (feat. Brown Sugar, 2003), Cintai Aku Lagi (2006), hingga Ibunda (2007). Ia juga terus berkarya lewat rilisan seperti TeKaBe (Takdir Kita Bersama) (2009), Tak Cinta Lagi (2013), dan Sepasang Mata Bola (2015).
Setelah sempat vakum, Sania kembali menunjukkan eksistensinya dengan merilis lagu Pura-pura Tidak Tahu (2023), disusul Masih Ada dan Menepis Bayang Kasih pada 2024.
“Aku nggak pernah benar-benar berhenti. Musik itu selalu ada dalam hidup aku. Sekarang mungkin lebih ke menikmati dan berbagi,” kata Sania.
Di luar karier musik, Sania dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan rendah hati, meski pernah berada dalam lingkaran pergaulan internasional. Berbeda dari stereotip sosialita, ia justru tampil hangat, bersahaja, dan dekat dengan lingkungan sosialnya.
Kini, ia juga aktif dalam kegiatan spiritual, salah satunya melalui majelis manaqib Hidayatul Hikmah sebagai bagian dari upayanya menjaga keseimbangan hidup.
“Sekarang aku lebih mencari ketenangan. Hidup bukan cuma soal karier, tapi juga bagaimana kita bisa dekat dengan Tuhan dan bermanfaat untuk orang lain,” ujarnya.
Kehidupan pribadinya yang sempat diwarnai berbagai ujian turut membentuk karakter kuat dalam dirinya. Kini, Sania tidak hanya dikenal sebagai musisi, tetapi juga sebagai sosok inspiratif yang mampu menjalani kehidupan dengan penuh makna.
Kehadirannya kembali di industri hiburan pun bukan sekadar nostalgia, melainkan bukti bahwa Sania tetap relevan dan memiliki tempat tersendiri di hati para penggemarnya lintas generasi. (Yus)

Posting Komentar